Posted by: aptogaz | November 17, 2008

Dephub Dorong Penggunaan BBG dan Vgas

Surabaya (ANTARA News) – Departemen Perhubungan mendorong masyarakat untuk menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG) dan Vgas (bahan bakar gas untuk kendaraan bermotor) karena subsidinya rendah.

“Saya telah mengusulkan kepada Menteri Perhubungan untuk mendorong penggunaan BBG dan Vgas yang dikembangkan PT Pertamina,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan, Iskandar Abubakar di Surabaya, Rabu, usai Raker Teknis PNS Bidang Lalu Lintas DLLAJ Jatim.

Dia mengatakan, kalau Vgas dikembangkan maka pajak kendaraan bermotor bisa dinihilkan, sehingga berpengaruh positif terhadap penggunaan gas, karena kalau gas disubsidi harganya bisa terjangkau masyarakat.

“Saya juga usul untuk kendaraan BBG peralatannya agar dibebaskan dari bea masuk, kalau bisa segera direalisasikan karena sudah ada pengusaha yang bertemu saya ingin konversi ke BBG,” katanya.

Iskandar mengatakan saat ini pengguna BBG masih kecil karena baru sekitar 2.500 kendaraan.

“Dengan kenaikan BBM, orang akan mencari bahan bakar yang paling efisien yakni BBG. Selain itu perlu skema kredit untuk konversi ke BBG sebab harga BBG Rp2.600 per liter dan Vgas Rp3.600. Kalau PKB-nya nihil harga Vgas akan turun sehingga menarik untuk digunakan,” katanya.

Sedangkan mengenai pasokan gas yang tersendat, Iskandar mengatakan bukan tanggung jawab instansinya.

Ia mengatakan, 40 persen subsidi terhadap bahan bakar diterima orang kaya yang tidak pantas menerima subsidi.

“Jadi kenaikan BBM untuk mensejahterakan masyarakat bawah, karena pemerintah juga memberikan BLT. Kalau BBM naik akan terjadi penurunan penggunaan bahan bakar, ini akan memberi dampak positif terhadap penurunan emisi gas buang, jadi berkaitan dengan `global warming`,” katanya.

Dampak kedua dari kenaikan BBM, ujar dia, adalah meningkatnya biaya angkutan terutama angkutan umum.

“Sekarang kalau melihat angkutan umum, komponen bahan bakarnya berkisar 30 hingga 35 persen, angkutan penyeberangan bisa 40 persen. Setiap kenaikan bahan bakar 10 persen akan mempengaruhi harga pokok 3 sampai 3,5 persen,” katanya.

Dia menambahkan, kalau pola subsidinya dengan BLT maka tarif bisa dinaikkan. “Jadi setiap kenaikan BBM 10 persen pengaruhnya 3,5 persen, memang ada dampak lain peningkatan inflasi 0,50 persen untuk setiap kenaikan BBM 10 persen,” katanya.(*)

disadur dari sini


Responses

  1. Kpd dinas yg tkait lalu lintas, kpan y d Jkarta khususny MPU (bus kota dn metromini) d ganti? baik armadany maupn bahan bakarny. D Jkarta sdh saatny bebas dr kndaraan yg sdh g layak pake, dn mohon saran dn tnggapan kami dperhatikan… Sdh sharusny Jkarta berubah!!!….

  2. Kapan lorena beli pesawat?

  3. Baik juga sih gas untuk kendaraan kita dan yang menjadi pertanyaan kita sekarang berapa banyak ketersediaan stasiun BBg nya, sedangkan di jkt sendiri stasiun BBg sangat kurang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: